x
x

Share This Story

Tanggapan Kepala Sekolah Darin Soal Dugaan Nikah Siri

Aries Setiawan, Erick Tanjung Jum'at, 24 Mei 2013, 11:34 WIB

VIVAnews - Sri Saidah, Kepala Sekolah SMK Dewi Sartika, Jakarta Timur, menuturkan, selama menjalani pendidikan di sekolahnya, Darin Mumtazah (19 tahun) berkelakuan baik.

Saat jumpa pers di sekolah, Jumat 24 Mei 2013, Sri Saidah mengatakan, anak didiknya itu juga tidak pernah terlibat masalah. Nilai akademiknya juga cukup bagus. Begitu juga dalam berpenampilan, Darin mengenakan jilbab rapi.

"Darin pakai jilbab. Tapi pas lihat di televisi, kok tidak ditutup kepalanya. Saya hampir nggak kenal," katanya.

Sri tidak percaya anak didiknya itu sudah menikah siri dengan Luthfi Hasan Ishaaq, sebagaimana diberitakan belakangan ini. Kata Sri, dilihat dari penampilannya, Darin tidak terlihat seperti wanita yang sudah menikah.

"Statusnya perawan. Tapi kok di media ada berita dia nikah siri. Saya mengamati perubahan postur tubuh dia tidak ada. Biasanya kan orang yang sudah berumah tangga ada perubahan fisik," tuturnya.

Didatangi KPK

Sri mengaku tidak menyangka anak didiknya terlibat dalam kasus yang sedang ditangani KPK. Dia menjelaskan pada 18 April 2013 didatangi dua kali oleh pihak yang mengaku Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pertama pukul 11.00 WIB, bawa surat tugas. Mereka mencari kebenaran informasi soal Darin Mumtazah. Sorenya datang lagi dua orang seperti sebelumnya," tutur Sri.

Saat itu Sri menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh petugas KPK, bahwa Darin benar siswa di sekolahnya. Dia tidak menyangka anak didiknya terkait dengan kasus yang tengah diungkap oleh KPK.

"Kasus Luthfi Hasan Ishaaq melibatkan anak saya. Saya tidak menyangka, kok bisa libatkan dia," ucapnya.

Menurut Sri, selama menjalani pendidikan di sekolahnya, tingkah laku Darin cukup baik. "Tapi saat bergaul, dia hanya dengan teman-teman tertentu saja. Memang sedikit tertutup. Dia punya banyak teman perempuan."

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, Darin Mumtazah sudah dua kali dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Kesaksian Darin diperlukan untuk tersangka Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS. Namun, Darin Mumtazah tidak pernah memenuhi panggilan KPK.

PKS: KPK Hancurkan Moral Luthfi Hasan

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah, menegaskan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepertinya ingin menghancurkan moral Luthfi Hasan Ishaaq melalui seorang wanita muda, Darin Mumtazah. Hal itu disampaikan Fahri di  gedung DPR, Rabu 22 Mei 2013. Tindakan itu dilakukan KPK, lanjutnya, demi memenangkan opini publik. Sehingga, setelah moral Luthfi hancur di mata masyarakat, baru KPK melakukan proses hukum.

"Itu bagian dari festival KPK. Dia menangkan dulu opini publik, disinggung, moral hancur, lalu masuk ke hukum. Karena mau menghukum orang dihancurin dulu moralnya," kata Fahri.

Menurut Fahri, kewenangan penyadapan yang diberikan, telah disalahgunakan oleh KPK. Sebab, KPK tak menggunakan pasal KUHP. Menurutnya, penyadapan dasarnya undang-undang. "Di Indonesia PP penyadapan ditolak, KUHAP diabaikan nggak mau dipakai, akhirnya nggak ada aturan penyadapan. Itu yang disadap karena maunya KPK," tutur dia.

"Dia menyadap Luthfi soal pustun, hancur Luthfi, hancur Fathanah. Karena penyadapan merampas hak orang," tegasnya. 

Ibunda Darin Mumtazah membantah keras bahwa anaknya adalah istri Luthfi Hasan. Luthfi Hasan, katanya, memang pernah datang ke rumahnya tapi tidak ada urusannya dengan Darin, yang berurusan adalah ayah Darin dengan Luthfi Hasan. (Selengkapnya baca di sini)

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, menilai bahwa kritik keras PKS terhadap KPK berlebeihan. Penetapan Luthfi sebagai tersangka, katanya, sudah sesuai dengan ketentuan hukum. (Selengkapnya baca di  sini)

 

 

 

 

 

 

 



© VIVA.co.id

BERITA TERPOPULER