x
x

Share This Story

nasional

Hasmi, Jaringan Terorisme Baru di Indonesia

Aries Setiawan, Siti Ruqoyah Sabtu, 27 Oktober 2012, 19:25 WIB

VIVAnews - Sebelas terduga teroris berhasil diringkus Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri. Operasi penangkapan yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia sejak Jumat hingga hari ini, Sabtu 27 Oktober 2012, berhasil mengungkap satu jaringan teroris baru di Indonesia.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengungkapkan, dari hasil interogasi awal, tersangka merupakan jaringan teroris baru bernama Hasmi.

"Kelompok ini baru, namanya Hasmi. Kepanjangan dari Haraka Sunni untuk Masyarakat Indonesia. Penangkapan pertama pada 26 Oktober 2012 di Pulau Jawa tepatnya di Perumahan Puri Amarta Residen, Desa Jesinan, Madiun," ujar Suhardi dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu 27 Oktober 2012.

Dari penangkapan di Madiun, Densus berhasil mengamankan dua orang, yakni Agus Anto alias Toriq dan Warso Kurniawan. Barang bukti berupa bom siap ledak, menurut Suhardi, terlebih dahulu berhasil ditemukan di tempat tersebut ketimbang kedua tersangka.

Berdasarkan penangkapan di Madiun, Densus kemudian mengamankan kembali tiga orang di Solo. Kali ini Densus mengamankan pimpinan dari HASMI yang bernama Abu Hanifah.

Abu Hanifah ditangkap di Jalan Sumpah Pemuda, Wojosongo, Jebres, Solo pada pukul 11.00 WIB bersama dengan dua orang lainnya yakni Harun dan Budiyanto alias Ali alias Ahmadun.

"Di perumahan Madiun ditemukan barang bukti sejumlah bom sudah siap ledak dan bahan baku. Di Solo, bahan peledak sudah siap dan proses perakitan," jelas Suhardi.

Di waktu yang bersamaan pula pihaknya melakukan penggerebekan di Luewiliang, Desa Neglasari dan menangkap dua orang, yakni Emirat dan Zaenudin. Sementara itu, Usman ditangkap di Desa Cikaret. Barang bukti yang diamankan yakni bahan-bahan pembuatan, sejumlah amunisi beragam kaliber dan detonator.

Untuk di Jakarta, menurut Suhardi, pihaknya melakukan penggerebekan di Palmerah, Jakarta Barat pada waktu yang sama yakni pukul 11.00 WIB. Diamankan David Azhari, Herman serta Anto diringkus di Kebon Kacang Jakarta Pusat.

"Semuanya masuk dalam satu jaringan. Kami masih kembangkan berapa lama jaringan tersebut terbentuk dan apa saja sasarannya," kata Suhardi. (art)

© VIVA.co.id

BERITA TERPOPULER