x
x

Share This Story

Pilih Adu Banteng daripada Perbaikan Ekonomi

Pipiet Tri Noorastuti, Indrani Putri Kamis, 7 Juni 2012, 06:41 WIB

VIVAnews - Krisis moneter sedang melanda Zona Euro. Salah satu imbasnya, lapangan pekerjaan menjadi langka. Membuat banyak orang harus putar otak menyederhanakan anggaran di tengah minimnya kesempatan kerja.

Namun, bagi sebagian besar warga sebuah kotamadya di Spanyol, pekerjaan justru bukan hal utama. Ada yang lebih penting bagi mereka, yakni tradisi adu banteng.

Harian Daily Mail, Selasa, 6 Juni 2012 memberitakan, akhir pekan lalu, 242 dari 1.764 penduduk kotamadya Guijo de Galisteo di Spanyol Barat mengadakan referendum untuk tetap menganggarkan dana bagi adu banteng dan festival lain.

Hanya 181 penduduk yang mendukung wacana walikota Fransisco Javier Anton untuk memangkas anggaran festival hingga separuhnya. Mayoritas menolak pengalihan dana festival sebesar €15 ribu atau sekitar Rp178 juta untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Krisis moneter yang melanda Eropa saat ini membuat satu dari empat warga di Spanyol menganggur. Meskipun utang GDP Spanyol 70 persen lebih baik daripada Italia, IMF memperkirakan Spanyol akan mengalami masa reses hingga akhir tahun.

Di Spanyol sendiri, adu banteng yang berakar dari tradisi olahraga untuk kaum aristokrat ini sudah dilarang di beberapa kota sejak tahun lalu. Alasannya, karena adu banteng dianggap aktivitas biadab.

Larangan ini membuat jumlah matador Spanyol anjlok sebesar 46 persen selama lima tahun belakangan. Banyak peternak banteng aduan yang akhirnya mengirim ternak mereka ke rumah jagal karena biaya perawatan banteng yang mahal.

Namun kenyataannya, tradisi adu banteng masih berlangsung di sejumlah kawasan di Spanyol dan menjadi incaran pelancong. (eh)

 

© VIVA.co.id

BERITA TERPOPULER