x
x

Share This Story

bisnis

Uni Eropa Tertarik Investasi Otomotif di RI

Bayu Galih,  Bobby Andalan (Bali) Senin, 14 Mei 2012, 20:14 WIB

VIVAnews – Negara-negara Uni Eropa menyatakan ketertarikannya  untuk berinvestasi bidang industri otomotif di Indonesia. Ini akan dilakukan lewat peningkatan kerja sama dengan pelaku bisnis Tanah Air.

Keinginan para pelaku bisnis Uni Eropa tersebut semakin menguat dalam forum Dialog Bisnis Uni Eropa-Indonesia atau Eropa Union-Indonesia Business Dialogue (EIBD) yang berlangsung selama dua hari di Kuta, Bali.

Menurut Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Agus Tjahajana, pertemuan sekarang menjadi ajang untuk mensosialisasikan adanya keinginan Indonesia dan Uni Eropa tentang kemungkinan kerjasama ekonomi dan perdagangan di antara mereka.
 
Sebelumnya, baik kepala negara RI dan kepala pemerintahan Uni Eropa sejak tahun 2009 telah sepakat membentuk kerja sama yang saling menguntungkan dengan keterlibatan dunia usaha. "Pertemuan ini diharapkan bisa mengeluarkan rekomendasi kerja sama yang akan disampaikan kepada pemerintah dan dunia usaha," kata Agus di Kuta, Senin 14 Mei 2012.

Agus mengakui, investasi Uni Eropa di Indonesia masih tergolong kecil. Sebab, Indonesia belum dipandang sebagai pasar signifikan dibanding pasar Cina yang telah dirintis sejak tahun 2000.

"Karena karena tidak dipandang sebagai pasar potensial oleh Uni Eropa sehingga yang masuk adalah Jepang. Itu sejarahnya sehingga investasi Jepang bidang otomotif di Indonesia sangat besar," ujarnya.

Kini, adanya keinginan Eropa mendekati pasar Indonesia, dengan meningkatkan perdagangan dan bisnis, merupkan hal positif dan maju. "Ya baiklah, biar masyarakat punya banyak pilihan merek mobil. Namun, harus ada upaya yang dilakukan dengan investasi yang cukup," katanya.

Ibaratnya, Indonesia sekarang telah menjadi gadis cantik yang banyak diincar negera lain termasuk bidang otomotif.

Sementara Ketua I Gaikindo Jongki Sugiarto yang hadir dalam pertemuan mengatakan, dibanding dengan Jepang, Investasi uni Eropa di Indonesia masih jauh tertinggal.

Memang, Indonesia telah memiliki perjanjian kerjasama dengan Jepang untuk industri otomotif. Sedangkan dengan Uni Eropa belum ada perjanjian kerjasama tersebut.

"Sebenarnya, kondisi ini sedikit merugikan kita. Untuk itu kita di sini akan mengusulkan kepada pemerintah untuk mengundang investasi industri otomotif Eropa di Indonesia," katanya.

Dari data di Kementerian Perdagangan diketahui, pada tahun 2010 dan 2011, nilai investasi industri otomotif Uni Eropa di Indonesia mencapai USD 300. Sementara arus perdagangan barang dua arah mencapai US$26,8 M tahun 2010 dan meningkat sebesar 22,2 persen atau menjadi US$32,75 M pada tahun 2011.

© VIVA.co.id

BERITA TERPOPULER