x
x

Share This Story

Paket Mencurigakan Gegerkan Bali

Muhammad Hasits Jum'at, 10 Juni 2011, 23:27 WIB

VIVAnews - Sebuah paket yang diduga  bom ditemukan di SPBU Pacung yang berada di jalur Denpasar-Bedugul-Singaraja, Bali, Jumat, 10 Juni 2011.

Menurut saksi mata yang juga petugas SPBU, Made Murdana (30), paket diduga berisi bom ini berasal dari sebuah mobil pick up. Ketika sampai di depan kantor SPBU, pengemudi pick up itu turun dan langsung meletakkan kotak berupa kardus mi yang isinya belum diketahui.

Selanjutnya, Murdana diminta menandatangani surat antar yang artinya barang sudah diterima di tempat tujuan. Selanjutnya dua orang yang bekerja di jasa pengiriman Expres Pahala Kencana tadi berlalu menuju Singaraja.

"Saya tidak tahu apa isi kotak itu. Terus saya telepon bos saya. Dia bilang tidak memesan barang dan tidak ada janji diberi barang,” ujar Murdana, Jumat, 10 Juni 2011.

Merasa curiga dengan isi barang itu, Murdana pun langsung membahas hal itu dengan rekan sesama petugas SPBU. Dan untuk keamanan, kotak itu pun sempat dia pindahkan dari depan kantor sampai tempat sampah dekat kebun sayur warga. Rekan lainnya pun langsung mengontak Polsek Baturiti dan diteruskan ke Polres Tabanan. "Kami tidak berani utak-atik dan biarkan di sana,” ujarnya.

Selanjutnya, petugas kepolisian langsung turun tangan. Untuk mengantisipasi bahaya ledakan, Polres pun mengontak Gegana Polda Bali.

Saat seorang petugas Gegana memeriksa isi kotak dari kardus sempat menegangkan. Tetapi, ketika hasil pemeriksaan dari alat menunjukkan aman, barulah semua orang yang menonton berani mendekat. Kotak yang ternyata berisi brosur cara pemakaian Pertamax dengan berat kurang lebih 15 kilogram itupun langsung dibawa tim Gegana ke Polda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Tabanan, AKBP AA Made Sudana, menyatakan akan memanggil dua orang pengirim paket yang kini sedang berada di Gerokgak Singaraja. "Kami akan cek kenapa mengirim itu, dan apa maksudnya. Kami akan telusuri melalui nomor resi pengiriman mereka,” ujar Sudana.


Laporan: Bobby Andalan | Bali

© VIVA.co.id

BERITA TERPOPULER